<p style="text-align: justify;"><strong>Pangsan, 08 Juni 2026 - </strong>Dalam upaya meningkatkan sarana pendukung kegiatan adat dan keagamaan, Desa Pangsan melaksanakan pembangunan Balai Pesandekan yang berlokasi di Setra Desa Adat Pangsan. Pembangunan ini menjadi langkah strategis untuk menunjang kelancaran berbagai prosesi ritual, khususnya upacara Pitra Yadnya (pengabenan), yang selama ini belum didukung dengan fasilitas yang memadai di lokasi setra.<br /> Sebelumnya, di area Setra Desa Adat Pangsan belum terdapat bangunan permanen yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pendukung kegiatan upacara. Kondisi ini seringkali menyulitkan krama adat dalam menata sarana upacara, terutama saat pelaksanaan prosesi pengabenan yang membutuhkan ruang khusus untuk persiapan dan penataan berbagai perlengkapan ritual.<br /> Dengan dibangunnya Balai Pesandekan ini, diharapkan dapat memberikan fungsi yang optimal dan multifungsi bagi masyarakat. Balai ini dirancang sebagai tempat pesandekan atau peristirahatan sementara, baik bagi sarana upacara maupun bagi krama yang terlibat dalam prosesi. Selain itu, balai ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penempatan sarana upakara, ruang bagi sulinggih dalam memimpin upacara, serta sebagai area penunjang lainnya yang mendukung tertib dan khusyuknya pelaksanaan ritual.<br /> Keberadaan Balai Pesandekan juga diharapkan mampu menciptakan tata ruang setra yang lebih tertata, bersih, dan sesuai dengan nilai-nilai adat serta budaya Bali. Dengan fasilitas yang memadai, prosesi upacara dapat berlangsung lebih teratur, nyaman, dan mencerminkan penghormatan yang lebih baik terhadap leluhur.<br /> Bendesa Adat Pangsan, Ida Bagus Gede Surya Darma, SE, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pembangunan ini. Beliau menegaskan bahwa Balai Pesandekan memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan adat di setra. “Kami sangat menyambut baik pembangunan Balai Pesandekan ini. Keberadaannya sangat dibutuhkan oleh krama adat, khususnya dalam pelaksanaan upacara pengabenan. Dengan adanya fasilitas ini, prosesi upacara dapat berjalan lebih tertib, nyaman, dan sesuai dengan tata nilai adat yang kita junjung bersama,” ungkapnya.<br /> Sementara itu, Perbekel Desa Pangsan, I Gusti Ngurah Muliharta, S.S., menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah desa dan desa adat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. “Pemerintah Desa Pangsan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat. Pembangunan Balai Pesandekan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk generasi mendatang. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini,” ujarnya.<br /> Dengan hadirnya Balai Pesandekan di Setra Desa Adat Pangsan, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik dalam mendukung kelancaran upacara adat maupun dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya di tengah masyarakat Desa Pangsan.</p> <p style="text-align: justify;"><br /> KIM_007</p>
PEMBANGUNAN BALAI PESANDEKAN DI SETRA DESA ADAT PANGSAN DUKUNG KELANCARAN DAN KEKHUSYUKAN PROSESI ADAT
08 Jun 2026