<p><br /> *angsan, 4 Juni 2026— * Pemerintah Desa Pangsan melaksanakan kegiatan tangkil dalam piodalan di Pura Penataran Agung Sekarmukti yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana prasarana upakara sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan umat beragama dan pelestarian adat serta budaya Hindu di Desa Pangsan.<br /> Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Perbekel Desa Pangsan, I Gusti Ngurah Muliharta, S.S., beserta perangkat dan staf desa, serta anggota BPD Desa Pangsan. Kehadiran pemerintah desa disambut oleh Kelian Pura Penataran Agung Sekarmukti yang sekaligus menjabat sebagai Kelian Adat Banjar Pundung, I Dewa Nyoman Padaarsa, selaku penerima bantuan.<br /> Bantuan yang diserahkan berupa sarana dan prasarana upakara piodalan yang telah dianggarkan dalam RKP dan APBDesa Pangsan Tahun 2026, serta disalurkan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Desa Pangsan dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berbasis budaya dan spiritual.<br /> Perbekel Desa Pangsan, I Gusti Ngurah Muliharta, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah desa terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.<br /> "Melalui bantuan ini, kami berharap pelaksanaan piodalan dapat berjalan dengan baik dan khidmat. Pemerintah desa selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan adat istiadat yang menjadi jati diri Desa Pangsan," ujarnya.<br /> Sementara itu, Kelian Pura Penataran Agung Sekarmukti, I Dewa Nyoman Padaarsa, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari pemerintah desa.<br /> "Kami sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu krama dalam mempersiapkan upakara piodalan. Semoga sinergi antara desa dinas dan desa adat terus terjaga demi keharmonisan bersama," ungkapnya.<br /> Secara filosofis, kegiatan piodalan dalam ajaran Hindu memiliki makna yang sangat mendalam sebagai bentuk bhakti (pengabdian) umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Piodalan juga menjadi momentum untuk memperkuat konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama (pawongan), serta manusia dengan lingkungan (palemahan). Melalui pelaksanaan upacara ini, umat Hindu tidak hanya menjaga hubungan spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan dan keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.<br /> Kegiatan tangkil piodalan ini sekaligus mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan di Desa Pangsan, di mana pemerintah desa dan masyarakat adat berjalan seiring dalam menjaga tradisi leluhur. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelestarian budaya serta penguatan identitas desa berbasis kearifan lokal.<br /> *KIM_007*</p>
Kegiatan Tangkil Piodalan di Pura Penataran Agung Sekarmukti dan Penyerahan Bantuan Sarana Upakara
04 Jun 2026