<p><strong>Pangsan, 02 Juni 2026 – </strong>Komitmen menjaga keberlanjutan pertanian berbasis kearifan lokal kembali ditunjukkan oleh warga Subak Bergiding, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026.<br /> Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 WITA hingga 08.00 WITA ini menyasar pembersihan saluran irigasi dari endapan lumpur, dedaunan, serta sampah yang berpotensi menghambat aliran air ke area persawahan. Selain itu, warga juga melakukan perawatan dan penataan telajakan, yaitu area pinggir jalan atau batas lahan yang memiliki fungsi estetika sekaligus ekologis dalam menjaga keseimbangan lingkungan.<br /> Gotong royong ini diikuti secara aktif oleh seluruh anggota subak dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.<br /> Saluran irigasi merupakan elemen vital dalam sistem pertanian subak. Tanpa aliran air yang lancar, produktivitas pertanian akan terganggu dan berpotensi menimbulkan konflik distribusi air antarpetani, melalui kegiatan ini, warga Subak Bergiding secara bersama-sama memastikan tidak adanya penyumbatan saluran air, distribusi air tetap merata ke seluruh lahan pertanian, lingkungan sekitar tetap bersih dan terawat serta fungsi subak sebagai sistem irigasi tradisional tetap optimal.<br /> Perbekel Desa Pangsan, I Gusti Ngurah Muliharta, S.S., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa subak bukan hanya sistem irigasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya Bali.<br /> “Subak merupakan warisan budaya yang telah diakui dunia dan harus kita jaga bersama. Kegiatan gotong royong ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kesadaran tinggi untuk merawat lingkungan dan sistem irigasi sebagai penopang utama pertanian,” ujarnya.<br /> Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.<br /> Kelian Subak Yeh, I Anu, menegaskan bahwa kegiatan pembersihan seperti ini harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kelancaran sistem pengairan.<br /> “Jika saluran tidak dibersihkan secara berkala, endapan dan sampah bisa menyebabkan aliran air tersumbat. Dengan gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.<br /> Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota subak.<br /> Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai sosial masyarakat. Tradisi gotong royong merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali yang mencerminkan prinsip kebersamaan dan saling membantu.<br /> Dalam konteks subak, nilai ini sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan antar manusia), Palemahan (hubungan manusia dengan lingkungan) sehingga kegiatan gotong royong ini secara nyata mengimplementasikan aspek palemahan, yaitu menjaga keseimbangan lingkungan agar tetap lestari dan berkelanjutan.Referensi dan Dasar Konseptual<br /> Kegiatan ini sejalan dengan beberapa prinsip dan kebijakan, antara lain Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang menekankan pentingnya keberlanjutan sistem pertanian, Pengakuan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO (2012), yang menegaskan pentingnya pelestarian sistem subak, Konsep Tri Hita Karana sebagai landasan kehidupan masyarakat Bali, Program pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan <br /> Kegiatan gotong royong Subak Bergiding ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Pangsan masih menjaga nilai-nilai luhur warisan budaya sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan saat ini, melalui kebersamaan dan kepedulian, warga tidak hanya menjaga kelancaran irigasi, tetapi juga memperkuat fondasi sosial yang menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa.<br /> Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan warisan budaya Bali.<br /> *KIM_007*</p>
Gotong Royong Subak Bergiding: Upaya Nyata Warga Desa Pangsan Menjaga Irigasi dan Kelestarian Lingkungan
02 Jun 2026